Jumat, 10 April 2015

FOGGING SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMBERANTAS VEKTOR NYAMUK PENYAKIT MALARIA DAN DEMAM BERDARAH (DBD) LINGKUNGAN PU’UPERI DAN LINGKUNGAN MADAMBAKE,KELURAHAN NANGARORO,KECAMATAN NANGARORO

IMCF (INDONESIA MALARIA CARE FOUNDATION)
KAB. NAGEKEO, KEC. NANGARORO




A.    Latar Belakang

      Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.untuk itu, perlu dilakukan tindakan preventif sebelum berdampak fatal pada kesehatan kita. Malaria memang sangat berbahaya, seperti yang telah diketahui bahwa malaria itu menyerang semua kalangan seperti, ibu hamil,bayi, anak kecil,dan orang dewasa, yang disertai dengan gejala demam, pucat, kuning pada mata, kencing warna teh tua, kejang-kejan bahkan berujung pada kematian . Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Penyakit malaria kini sedang mewabah, tak heran jika penyakit ini menimbulkan kepanikan di Masyarakat. Malaria bukanlah merupakan penyakit baru, kemerebakan kasus malaria dan demam berdarah dengue (DBD) menggugah minat masyarakat untuk melindungi diri dan memerangi penyakit tersebut, karena takut terhadap akibatnya yang fatal.

            Fogging (pengasapan) memotong siklus penyebarannya dengan memberantas nyamuk tersebut. Salah yang menyebabkan Demam Berdarah dan Malaria. Selain itu juga dapat dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan (MBS) untuk mengetahui sampel darah penderita malaria serta memberantas jentik nyamuk. Namun bila hal ini tidak dikendalikan bisa memicu ledakan masalah pada masa datang karena umumnya dikerjakan tanpa dilandasi pengetahuan yang benar. Tingginya morbiditas penyakit itu memaksa masyarakat bertindak: memberantas nyamuk anopheles,culex, Aedes aegypti sebagai serangga yang berbahaya.
Akhir-akhir ini, hampir setiap hari Minggu terdengar dengung mesin fogging dikampung dan perumahan di waktu pagi dan sore. Pengasapan atau fogging yang dimaksud bertujuan untuk menyebarkan pestisida ke udara/lingkungan melalui asap, yang diharapkan dapat membunuh nyamuk dewasa (yang infektif), sehingga rantai penularan malaria dan DBD bisa diputuskan dan populasinya secara keseluruhan akan menurun.

            Kelurahan Nangaroro merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan Nangaroro, Potensi wilayah yang berbeda baik secara demografis maupun secara topografis memberi pengaruh yang besar terhadap kemajuan wilayah kelurahan. Tingkat  kejadian malaria di wilayah Kelurahan Nangaroro meskipun tidak merata dan mengalami penurunan signifikan 3 tahun terakhir namun angka kejadian malaria dan Demam Berdarah di beberapa lingkungan dan RT masih cukup dominan dengan tingkat kejadian kasus cukup tinggi, Pada tahun 2014 Kelurahan Nangaroro terdapat 32 kasus malaria, menjadi urutan menjadi urutan pertama Nangaroro. Ketinggian tempat dari permukaan laut berkorelasi dengan suhu, semakin tinggi suatu wilayah, penyebaran malaria semakin jarang ditemui, kecuali akibat pengaruh pemanasan global. Ketinggian tertinggi yang masih memungkinkan transmisi malaria sekitar 2500 meter di atas permukaan laut (dpl). Perubahan unsur-unsur cuaca berpengaruh terhadap vektor penyakit. Peningkatan suhu, kelembaban dan curah hujan terbukti diikuti dengan peningkatan kasus malaria yang terjadi di Kelurahan Nangaroro. Perbedaan karakteristik wilayah berpengaruh terhadap perbedaan cuaca, sehingga populasi vektor penyakit di satu wilayah yang berbeda karakteristiknya akan berbeda pula kepadatannya.
Dari latar belakang di atas mendorong INDONESIA MALARIA CARE FUNDATION (IMCF)-NANGARORO yang merupakan salah satu institusi/Lembaga swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pengentasan Malaria untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang berupaya untuk menjadikan Nangaroro bebas dari demam Berdarah dan Malaria.
           

B.     Tujuan Kegiatan

       adapun beberapa tujuan kegiatan fogging di kelurahan Nangaroro, kecamatan Nangaroro
1.      Membunuh nyamuk aedes agepty dan Anopheles
2.      Menekan penularan kasus demam Berdarah dan Malaria di kelurahan Nangaroro


C.    Design Kegiatan

            Kerangka pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
v     Survei jentik  dan perhitungan kepadatan jentik, jumlah dan jenis tempat perindukan nyamuk
v    Survei entomologi perilaku menggigit nyamuk Anopheles, culex dan aedes dengan penangkapan nyamuk semalam suntuk.
v  Uji dosis obat fogging
v  Pembagian Bactived
v  Most Blood Survey(MBS)

v  Fogging & PSN
v  Indoor Residual Spraying (IRS)
v  Pemantauan Kelambu


D.    Tim Pelaksana

Tim kegiatan pengambilan sediaan darah atau mass blood survey ini adalah tim dari Indonesia malaria care foundation yaitu:

1.      Benediktus X.Weto A.md,KL

2.      Frederikus Ndari,S.KM

3.      Yordanius Dando.S.Sos

4.      Kasimirus Nai Liu Amd.AK

5.      Bertolomeus Djo

6.      Ubaldus Kadri



E.     Sasaran

         Sasaran kegiatan ini adalah semua Rumah Tangga (RT) yang berada di Lingkungan 2      Pu’uperi dan lingk. 3 Madambake.



F.     Pembahasan                                     

1.   Data dan Demografi Monografi Kelurahan Nangaroro

a.       Luas Wilayah                                : 12,18  Km2

b.      Batas wilayah                                :

Ø  Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Woedoa Dan Desa Utetoto

Ø  Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu

Ø  Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Nataute

Ø  Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Woewutu

c.       Jumlah penduduk

Jumlah penduduk Kelurahan Nangaroro : 3077 jiwa

Laki-laki                                                    : 1446 Orang

Perempuan                                                : 1631 Orang

Jumlah KK                                                : 718   Orang

Jumlah Rumah tangga                               : 618    Buah

d.      Sarana umum terdiri dari 

v  Sekolah                                   :8buah

v  TK                                           :2buah

v  SD                                           :3buah

v  SMP                                        :1buah

v  SMA                                       :1buah

v  Puskesmas                               :1buah

v  Posyandu                                :20buah

v  Kantor  lurah                           :1buah

v  Kantor camat                          :1buah

v  Kantor kehutanan                   :1buah

v  Kantor polisi                           :1buah

v  Gereja                                      : 1 buah

v  Mesjid                                     : 2 buah



e.       Mata Pencaharian 

v  Petani                                      : 584     kk

v  Pegawai                                   : 68      kk

v  Pensiunan                                : 51      kk

v  Pengusaha/ pedagang              : 15      Kk

v  TNI                                         :  3       kk      

           
 Penyakit Demam Berdarah dan Malaria kini sedang mewabah, tak heran jika penyakit ini menimbulkan kepanikan di Masyarakat. Hal ini disebabkan karena penyakit ini telah merenggut banyak nyawa. Berdasarkan  IMCF terdapat beberapa daerah dalam kurun waktu bulan januari sampai dengan maret 2015 tercatat jumlah penderita sebanyak 29 kasus dengan jumlah penderita positif sebanyak 12 orang, dan terdapat 2 kasus demam Berdarah. Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles betina yang penularannya dari satu penderita ke penderita lain disebarkan oleh nyamuk anopheles. Oleh karena itu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran MALARIA adalah dengan memotong siklus penyebarannya dengan memberantas nyamuk tersebut. Salah satu cara untuk memberantas nyamuk MALARIA adalah dengan melakukan Fogging. Selain itu juga dapat dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan (MBS) untuk mengetahui sampel darah penderita malaria serta memberantas jentik nyamuk.

            INDONESIA MALARIA CARE FOUNDATION (IMCF) sebagai salah satu institusi yang dapat melaksanakan fogging merasa bertanggung jawab untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Sebagai wujud kepedulian itu maka dilaksanakan program fogging di beberapa desa dan kelurahan.
            Pelaksanaan fogging ini didasarkan pada survey kepadatan jentik di Kelurahan Nangaroro (Lingkungan Pu,uperi dan Lingkungan Madambake). Kelurahan Nangaroro, dimungkinkan termasuk salah satu daerah endemis penyakit malaria dengan indikasi kasus tinggi di tahun 2014 dan meningkat jumlah kasusnya. Kegiatan fogging ini didasarkan pada adanya kasus penderita penyakit malaria yang cukup meresahkan masyarakat.
            Tujuan kegiatan ini adalah untuk sebagai salah satu upaya untuk menekan kepadatan vektor selama waktu yang cukup sampai dimana pembawa virus tumbuh sendiri, memberantas nyamuk yang merupakan vektor penyakit malaria, sehingga rantai penularan penyakit bisa diputuskan, untuk membunuh sebagian besar vektor infektif dengan cepat, sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan.

            Dalam program pemberantasan penyakit malaria racun serangga untuk fogging yang digunakan adalah golongan organophosporester insectisida seperti seruni dan lain-lain. Dosis yang dipakai untuk SERUNI 100 EC adalah SIPEMETRIN 100 g/I. Namun untuk pelaksanaan fogging dengan SERUNI 100 EC harus diencerkan dengan penambahan solar sehingga menjadi larutan dengan konsentrasi 4-5%. Cara pembuatan larutan tersebut dapat dilakukan dengan cara: 1:10, 96% EC + 10 liter solar = 500 ml seruni 4,8%; atau 2) 500 ml malathion 50% EC + 10 liter solar = 500 ml seruni 4,5 % . Dalam pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Team IMCF, Pemerintahan Desa dan partisipasi masyarakat desa, serta membutuhkan alat dan bahan.

            Tabel Kebutuhan Alat dan Bahan pada Kegiatan Fogging di Kelurahan Nangaroro, Kec. Nangaroro, kab. Nagekeo.


NO
URAIAN

JUMLAH
1
Alat : Swing Fog Machine
2 bauh
2
Jerigen Solar
2 buah
3
Jerigen bensin
1 buah
4
Seruni
5 liter
5
Bensin
30 liter
6
Solar
100 liter
7
Jumlah rumah
250 rumah
8
Luas rumah dan pekerangan
1,45 ha
9
Operator mesin Fogging
2 orang
10
Tim IMCF
6 orang
11
Masyarakat
-



















1.   Penderita Menurun
           Kegiatan fogging di laksanakan khususnya di Kelurahan Nangaroro,Lingkungan Madambake dan Lingkungan Pu,uperi, berdasarkan survey jentik dengan angka bebas jentik masih dibawah 95%   dan angka populasi nyamuk meningkat maka berdasarkan fakta  tersebut IMCF melaksanakan fogging di  daerah tersebut bertujuan untuk mengeliminasi dan terbebas dari nyamuk dewasa maupun jentik Aedes aegypti, culex dan Anopheles.



        Berdasarkan kerangka di atas, fogging merupakan salah satu bentuk upaya untuk dapat memutus rantai penularan penyakit malaria, dengan adanya pelaksanaan fogging diharapkan jumlah penderita Demam Berdarah dan Malaria dapat berkurang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan melakukan fogging di rumah-rumah dan lingkungannya di wilayah Kelurahan Nangaroro, desa Nataute. Adapun vektor sasaran diantaranya adalah Nyamuk Aedes aegypty, culex dan anopheles di wilayah tersebut, yang nantinya perlu di tindaklanjuti dengan kegiatan PSN yang dikenal dengan program 3M+ (menguras, mengubur, menutup dan mebakar), Indoor Residual Spraying (IRS) dan Pemantauan Kelambu
               Fogging ini telah dilaksanakan dengan baik, pada bulan maret  2015 dimulai pukul 06.60 sampai 08.00 WIB. Dalam pelaksanaan fogging team IMCF  terdiri dari 6 orang dengan tugas 2 orang sebagai operator Swing Fog yang tugasnya bergantian dan satu orang sebagai operator pendamping yang bertugas memeriksa ruangan sebelum dilakukan fogging. Sebelum pelaksanaan fogging pada masyarakat telah diumumkan agar menutup makanannya dan tidak berada di dalam rumah ketika dilakukan fogging termasuk orang yang sakit harus diajak ke luar rumah dahulu, selain itu semua ternak juga harus berada di luar. Namun demikian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka dalam pelaksanaannya fogging dilakukan oleh 2 orang operator. Operator I (pendamping) bertugas membuka pintu,masuk rumah dan memeriksa semua ruangan yang ada untuk memastikan bahwa tidak ada orang dalam rumah termasuk bayi, anak-anak, ibu hamil maupun orang tua dan orang yang sedang terbaring sakit, selain itu ternak-ternak sudah harus dikeluarkan serta semua makanan harus sudah ditutup. Setelah siap operator pendamping ke luar dan operator II (Operator swing Fog) memasuki rumah dan melakukan fogging pada semua ruangan dengan cara berjalan mundur. Setelah selesai operator pendamping baru menutup pintu. Rumah yang telah difogging ini harus dibiarkan tertutup selama kurang lebih satu jam dengan harapan nyamuk-nyamuk yang berada dalam rumah dapat terbunuh semua, dengan cara ini nyamuk-nyamuk akan terbunuh karena malathion bekerja secara “knoct  down”. Setelah itu fogging dilanjutkan di luar rumah/pekarangan. Setelah satu rumah beserta pekarangannya selesai di fogging maka fogging dilanjutkan ke rumah yang lain, sampai semua rumah dan pekarangan milik warga di fogging.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan fogging dengan swing fog untuk mendapatkan hasil yang optimal adalah sebagai berikut :

  • a)      Konsentrasi larutan dan cara pembuatannya. Untuk seruni,         konsentrasi larutan adalah 4 – 5 %.
  •    Seruni yang dipakai harus sesuai dengan bahan pelarut yang      digunakan dan debit keluaran yang diinginkan.
  •      Jarak moncong mesin dengan target maksimal 100 m, efektif 50 m.
  • Kecepatan berjalan ketika memfogging, untuk swing fog kurang lebih 500 m2 atau 2 – 3 menit untuk satu rumah dan halamannya,
  •      Waktu fogging disesuaikan dengan kepadatan/aktivitas puncak dari nyamuk, yaitu jam 06.00 – 08.00.
              Dalam pelaksanaan fogging inipun telah diperhatikan hal-hal di atas sehingga diharapkan hasilnya juga optimal. Berdasarkan hasil survei jentik ternyata masih ditemukan jentik di semua rumah penduduk. Jentik tersebut berada di kamar mandi, satu kamar mandi ditemukan di luar rumah dengan kondisi kurang bersih dan kurang terawat, sedang  kamar mandi yang lain berada di dalam rumah. Bahkan satu kamar mandi terbuat dari keramik, namun demikian kamar mandi ini berhubungan langsung dengan pekarangan yang cukup luas dengan tanaman-tanaman besar yang cukup banyak, sehingga dimungkinkan nyamuk berasal dari pekarangan.
           Pendapat masyarakat bahwa fogging merupakan cara yang paling tepat untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah penyakit Malaria sangat tepat, karena cara ini sesungguhnya bertujuan untuk memberantas nyamuk Aedes Agepty, Anopheles, dan Culex yang penularannya akan terus berlanjut dengan dewasanya jentik yang menjadi nyamuk. Apalagi siklus perubahan jentik menjadi nyamuk hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu. Sehingga jika di daerah tersebut terdapat penderita malaria baru maka dimungkinkan akan cepat menyebar pula.
                   Langkah yang dianggap lebih efektif adalah dengan Survei jentik, penangakapan nyamuk, MBS dan  PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk), serta langkah berikutnya melakukan pengasapan atau fogging. Sebelum dilaksanaka kegiatan fogging masyarakat dinformasikan untuk secara gotong royong melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan rumah dan pekarangannya,selokan-selokan di samping rumah serta melakukan 3M (Menguras kamar mandi (termasuk mengganti air untuk minuman burung dan air dalam vas bunga),menutup tampungan / tandon air dan mengubur barang-barang bekas yang mungkin menjadi tempat sarang nyamuk, termasuk pecahan botol dan potongan ban bekas). Jika diperlukan dapat ditaburkan baktivet dengan dosis 1botol / 100 liter air, untuk membunuh jentik-jentik pada bak kamar mandi maupun kolam-kolam ikan di rumah, dalam hal ini masyarakat tidak perlu akut kalau-kalau terjadi keracunan karena abate ini hanya membunuh jentik nyamuk dan aman bagi manusia maupun ikan. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam memutus rantai penularan penyakit malaria adalah dengan pelaksanaan PSN oleh masyarakat, kemudian dilakukan fogging oleh petugas IMCF dan kembali dilaksanakan PSN oleh masyarakat. Jika cara ini telah dilakukan oleh seluruh masyarakat secara merata di berbagai wilayah, artinya tidak hanya satu Rt atau Rw saja, tetapi harus dilaksanakan di semua wilayah maka pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah Dan Malaria akan lebih cepat teratasi. Sebab jika hanya satu daerah saja yang melaksanakan program tersebut namun daerah lainnya tidak, maka dimungkinkan orang yang berasal dari wilayah yang telah bebas namun berkunjung ke daerah yang masih terdapat penderita Demam Berdarah dan Malaria dan tergigit oleh nyamuk Aedes Agepty dan Anopheles akan tertular  pula dengan cepat penyakit inipun akan tersebar luas kembali

SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dari kegiatan ini dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
a)      Fogging merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memutuskan rantai penularan penyakit Malaria dan demam berdarah.
b)      Hasil yang optimum dapat dicapai jika fogging dilaksanakan bersama-sama dengan PSN dan MBS.
            Adapun saran yang dapat disampaikan adalah bagi masyarakat, Survei jentik  dan perhitungan kepadatan jentik, jumlah dan jenis tempat perindukan nyamuk Survei entomologi perilaku menggigit nyamuk Anopheles, culex dan aedes dengan penangkapan nyamuk semalam suntuk. Uji dosis obat fogging, Pembagian Bactived Most Blood Survey(MBS), Indoor Residual Spraying (IRS), Pemantauan Kelambu Hendaknya masyarakat terlibat aktif dan peduli dapat melaksanakan berbagai jenis kegiatan secara gotong royong di lingkungannya dan membudayakan 3 M (menguras, menutup dan mengubur) untuk memutuskan rantai penularan penyakit  MALARIA dan demam berdarah sehingga tidak menjadi wabah.


 UCAPAN TERIMA KASIH 
            Pada kesempatan ini tidak lupa disampaikan ucapan terima kasih kepada :
a.       IMCF yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Kepala Puskesmas, Camat, Lurah yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk dapat berperan dalam mengatasi penularan Demam Berdarah dan Malaria di masyarakat.
b.      Seluruh Pemerintah Kelurahan yang telah berkenan memberikan ijin untuk pelaksanaan kegiatan ini.
c.       Masyarakat dan semua pihak yang telah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.


























1 komentar:

Saya sangat menghargai DR AKHIGBE, nama saya LAURIE HUGHES. Saya tidak akan pernah berhenti bersaksi DR AKHIGBE, Kebahagiaan adalah semua yang saya lihat sekarang. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan sembuh dari virus HIV lagi. DR AKHIGBE melakukannya untuk saya. Saya telah menderita penyakit mematikan (HIV) selama 2 tahun terakhir sekarang, saya telah menghabiskan banyak uang pergi dari satu tempat ke tempat lain, dari gereja ke gereja, rumah sakit telah menjadi rumah saya setiap hari. tempat tinggal. Pemeriksaan konstan telah menjadi hobi saya, sampai hari yang setia ini, saya melihat kesaksian tentang bagaimana DR AKHIGBE membantu seseorang dalam menyembuhkan penyakit HIV-nya di internet dengan cepat, saya menyalin emailnya yang drrealakhigbe@gmail.com hanya untuk memberinya tes yang saya ucapkan. kepadanya, dia meminta saya untuk melakukan beberapa hal tertentu yang saya lakukan, dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan memberikan obat herbal kepada saya, yang dia lakukan, kemudian dia meminta saya untuk pergi untuk pemeriksaan medis setelah beberapa hari, setelah menggunakan Penyembuhan herbal dan saya lakukan, lihatlah saya bebas dari penyakit mematikan, sampai sekarang tidak ada HIV dalam diri saya lagi dia hanya meminta saya untuk mengirim kesaksian ke seluruh dunia, dengan setia saya melakukannya sekarang, semua kesaksian DR AKHIGBE benar, mohon BROTHER dan SISTER, IBU dan AYAH dia hebat, aku berutang budi padanya. jika Anda memiliki masalah yang sama, cukup kirimkan email kepadanya di drrealakhigbe@gmail.com atau Anda dapat menggunakan nomor ponselnya di +2349010754824. Ia juga dapat menyembuhkan penyakit ini seperti HIV dan AIDS, DEMAM BERDARAH. HERPES, DIABETIKA, KANKER, HEPATITIS A & B, PENYAKIT KRONIS, PRESUR DARAH TINGGI, ASTHMA, PENYAKIT JANTUNG, INFEKSI EKSTERNAL, EPILEPSI, STROKE, MULTIPLE SCLEROSIS, NAUSEA, VOMITING ATAU ATAU ATMRAKA, LAKA-LAKI LAKI-LAKI, PAULA, IKAN PAKET , BACTERIA DIARRHEA, JAPANISE B ENCEPHALITIES, RABIE ,. Dll situs web ... https: drrealakhigbe.weebly.com

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.