IMCF (INDONESIA MALARIA CARE FOUNDATION)
KAB. NAGEKEO, KEC. NANGARORO
A. Latar Belakang
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit
plasmodium dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles
betina.untuk itu, perlu dilakukan tindakan preventif sebelum berdampak fatal
pada kesehatan kita. Malaria memang sangat berbahaya, seperti yang telah
diketahui bahwa malaria itu menyerang semua kalangan seperti, ibu hamil,bayi,
anak kecil,dan orang dewasa, yang disertai dengan
gejala demam, pucat, kuning pada mata, kencing warna teh tua, kejang-kejan
bahkan berujung pada kematian . Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan
sirkulasi darah dan pasien jatuh syok hipovolemik akibat kebocoran
plasma. Penyakit malaria kini sedang mewabah, tak heran jika penyakit ini
menimbulkan kepanikan di Masyarakat. Malaria bukanlah merupakan penyakit baru,
kemerebakan kasus malaria dan demam berdarah dengue (DBD) menggugah
minat masyarakat untuk melindungi diri dan memerangi penyakit tersebut, karena
takut terhadap akibatnya yang fatal.
Fogging
(pengasapan) memotong siklus penyebarannya dengan
memberantas nyamuk tersebut. Salah yang menyebabkan Demam Berdarah dan Malaria.
Selain itu juga dapat dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan (MBS)
untuk mengetahui sampel darah penderita malaria serta memberantas jentik
nyamuk. Namun bila hal ini tidak dikendalikan bisa memicu ledakan
masalah pada masa datang karena umumnya dikerjakan tanpa dilandasi pengetahuan
yang benar. Tingginya morbiditas penyakit itu memaksa masyarakat bertindak:
memberantas nyamuk anopheles,culex, Aedes aegypti sebagai serangga yang berbahaya.
Akhir-akhir ini, hampir setiap hari Minggu terdengar
dengung mesin fogging dikampung dan perumahan di waktu pagi dan sore.
Pengasapan atau fogging yang dimaksud bertujuan untuk menyebarkan pestisida ke
udara/lingkungan melalui asap, yang diharapkan dapat membunuh nyamuk dewasa
(yang infektif), sehingga rantai penularan malaria dan DBD bisa diputuskan dan
populasinya secara keseluruhan akan menurun.
Kelurahan
Nangaroro merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah administrasi Kecamatan
Nangaroro, Potensi wilayah yang berbeda
baik secara demografis maupun secara topografis memberi pengaruh yang besar
terhadap kemajuan wilayah kelurahan. Tingkat kejadian malaria di wilayah Kelurahan
Nangaroro meskipun tidak merata dan mengalami penurunan signifikan 3 tahun
terakhir namun angka kejadian malaria dan Demam Berdarah di beberapa lingkungan
dan RT masih cukup dominan dengan tingkat kejadian kasus cukup tinggi, Pada
tahun 2014 Kelurahan Nangaroro terdapat 32 kasus malaria, menjadi urutan
menjadi urutan pertama Nangaroro. Ketinggian
tempat dari permukaan laut berkorelasi dengan suhu, semakin tinggi suatu
wilayah, penyebaran malaria semakin jarang ditemui, kecuali akibat pengaruh
pemanasan global. Ketinggian tertinggi yang masih memungkinkan transmisi
malaria sekitar 2500 meter di atas permukaan laut (dpl). Perubahan unsur-unsur
cuaca berpengaruh terhadap vektor penyakit. Peningkatan suhu, kelembaban dan
curah hujan terbukti diikuti dengan peningkatan kasus malaria yang terjadi di
Kelurahan Nangaroro. Perbedaan karakteristik wilayah berpengaruh terhadap
perbedaan cuaca, sehingga populasi vektor penyakit di satu wilayah yang berbeda
karakteristiknya akan berbeda pula kepadatannya.
Dari latar belakang di atas mendorong INDONESIA
MALARIA CARE FUNDATION (IMCF)-NANGARORO yang merupakan salah satu
institusi/Lembaga swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pengentasan
Malaria untuk melakukan berbagai kegiatan-kegiatan yang berupaya untuk
menjadikan Nangaroro bebas dari demam Berdarah dan Malaria.
B. Tujuan Kegiatan
adapun beberapa tujuan kegiatan fogging di kelurahan
Nangaroro, kecamatan Nangaroro
1. Membunuh
nyamuk aedes agepty dan Anopheles
2. Menekan
penularan kasus demam Berdarah dan Malaria di kelurahan Nangaroro
C. Design Kegiatan
Kerangka
pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah sebagai berikut:
v Survei jentik dan perhitungan kepadatan jentik, jumlah dan
jenis tempat perindukan nyamuk
v Survei entomologi perilaku
menggigit nyamuk Anopheles, culex dan aedes dengan penangkapan nyamuk semalam
suntuk.
v Uji dosis obat fogging
v Pembagian Bactived
v Most Blood Survey(MBS)
v Fogging & PSN
v Indoor Residual Spraying
(IRS)
v Pemantauan Kelambu
D. Tim Pelaksana
Tim kegiatan pengambilan sediaan darah atau mass blood survey ini adalah tim dari Indonesia malaria care foundation yaitu:
1. Benediktus X.Weto A.md,KL
2. Frederikus Ndari,S.KM
3. Yordanius Dando.S.Sos
4. Kasimirus Nai Liu Amd.AK
5. Bertolomeus Djo
6. Ubaldus Kadri
E. Sasaran
Sasaran kegiatan ini adalah semua Rumah Tangga (RT) yang berada di Lingkungan 2 Pu’uperi dan lingk. 3 Madambake.
F. Pembahasan
1. Data dan Demografi Monografi Kelurahan Nangaroro
a. Luas Wilayah : 12,18 Km2
b. Batas wilayah :
Ø Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Woedoa Dan Desa Utetoto
Ø Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Sawu
Ø Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Nataute
Ø Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Woewutu
c. Jumlah penduduk
Jumlah penduduk Kelurahan Nangaroro : 3077 jiwa
Laki-laki : 1446 Orang
Perempuan : 1631 Orang
Jumlah KK : 718 Orang
Jumlah Rumah tangga : 618 Buah
d. Sarana umum terdiri dari
v Sekolah :8buah
v TK :2buah
v SD :3buah
v SMP :1buah
v SMA :1buah
v Puskesmas :1buah
v Posyandu :20buah
v Kantor lurah :1buah
v Kantor camat :1buah
v Kantor kehutanan :1buah
v Kantor polisi :1buah
v Gereja : 1 buah
v Mesjid : 2 buah
e. Mata Pencaharian
v Petani : 584 kk
v Pegawai : 68 kk
v Pensiunan : 51 kk
v Pengusaha/ pedagang : 15 Kk
v TNI : 3 kk
Penyakit Demam
Berdarah dan Malaria kini sedang mewabah, tak heran jika penyakit ini
menimbulkan kepanikan di Masyarakat. Hal ini disebabkan karena penyakit ini
telah merenggut banyak nyawa. Berdasarkan
IMCF terdapat beberapa daerah dalam kurun waktu bulan januari sampai
dengan maret 2015 tercatat jumlah penderita sebanyak 29 kasus dengan jumlah
penderita positif sebanyak 12 orang, dan terdapat 2 kasus demam Berdarah.
Malaria merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles betina
yang penularannya dari satu penderita ke penderita lain disebarkan oleh nyamuk anopheles.
Oleh karena itu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran MALARIA
adalah dengan memotong siklus penyebarannya dengan memberantas nyamuk tersebut.
Salah satu cara untuk memberantas nyamuk MALARIA adalah dengan melakukan
Fogging. Selain itu juga dapat dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan
(MBS) untuk mengetahui sampel darah penderita malaria serta memberantas jentik
nyamuk.
INDONESIA
MALARIA CARE FOUNDATION (IMCF) sebagai salah satu institusi yang dapat
melaksanakan fogging merasa bertanggung jawab untuk mencegah penyebaran
penyakit ini. Sebagai wujud kepedulian itu maka dilaksanakan program fogging di
beberapa desa dan kelurahan.
Pelaksanaan
fogging ini didasarkan pada survey kepadatan jentik di Kelurahan Nangaroro
(Lingkungan Pu,uperi dan Lingkungan Madambake). Kelurahan Nangaroro,
dimungkinkan termasuk salah satu daerah endemis penyakit malaria dengan
indikasi kasus tinggi di tahun 2014 dan meningkat jumlah kasusnya. Kegiatan
fogging ini didasarkan pada adanya kasus penderita penyakit malaria yang cukup
meresahkan masyarakat.
Tujuan kegiatan
ini adalah untuk sebagai salah satu upaya untuk menekan kepadatan vektor selama
waktu yang cukup sampai dimana pembawa virus tumbuh sendiri, memberantas nyamuk
yang merupakan vektor penyakit malaria, sehingga rantai penularan penyakit bisa
diputuskan, untuk membunuh sebagian besar vektor infektif dengan cepat,
sehingga rantai penularan segera dapat diputuskan.
Dalam program
pemberantasan penyakit malaria racun serangga untuk fogging yang digunakan
adalah golongan organophosporester insectisida seperti seruni dan lain-lain.
Dosis yang dipakai untuk SERUNI 100 EC adalah SIPEMETRIN 100 g/I. Namun untuk
pelaksanaan fogging dengan SERUNI 100 EC harus diencerkan dengan penambahan
solar sehingga menjadi larutan dengan konsentrasi 4-5%. Cara pembuatan larutan
tersebut dapat dilakukan dengan cara: 1:10, 96% EC + 10 liter solar = 500 ml
seruni 4,8%; atau 2) 500 ml malathion 50% EC + 10 liter solar = 500 ml seruni
4,5 % . Dalam pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Team IMCF, Pemerintahan Desa
dan partisipasi masyarakat desa, serta membutuhkan alat dan bahan.
Tabel Kebutuhan Alat dan Bahan pada Kegiatan Fogging di Kelurahan Nangaroro, Kec. Nangaroro, kab. Nagekeo.
NO
|
URAIAN
|
JUMLAH
|
1
|
Alat : Swing Fog Machine
|
2 bauh
|
2
|
Jerigen Solar
|
2 buah
|
3
|
Jerigen bensin
|
1 buah
|
4
|
Seruni
|
5 liter
|
5
|
Bensin
|
30 liter
|
6
|
Solar
|
100 liter
|
7
|
Jumlah rumah
|
250 rumah
|
8
|
Luas rumah dan pekerangan
|
1,45 ha
|
9
|
Operator mesin Fogging
|
2 orang
|
10
|
Tim IMCF
|
6 orang
|
11
|
Masyarakat
|
-
|
1. Penderita Menurun
Kegiatan fogging di laksanakan khususnya di Kelurahan Nangaroro,Lingkungan Madambake dan Lingkungan Pu,uperi, berdasarkan survey jentik dengan angka bebas jentik masih dibawah 95% dan angka populasi nyamuk meningkat maka berdasarkan fakta tersebut IMCF melaksanakan fogging di daerah tersebut bertujuan untuk mengeliminasi dan terbebas dari nyamuk dewasa maupun jentik Aedes aegypti, culex dan Anopheles.
Berdasarkan kerangka di atas, fogging merupakan salah satu
bentuk upaya untuk dapat memutus rantai penularan penyakit malaria, dengan
adanya pelaksanaan fogging diharapkan jumlah penderita Demam Berdarah dan
Malaria dapat berkurang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan
melakukan fogging di rumah-rumah dan lingkungannya di wilayah Kelurahan
Nangaroro, desa Nataute. Adapun vektor sasaran diantaranya adalah Nyamuk Aedes
aegypty, culex dan anopheles di wilayah tersebut, yang nantinya perlu di
tindaklanjuti dengan kegiatan PSN yang dikenal dengan program 3M+ (menguras,
mengubur, menutup dan mebakar), Indoor Residual Spraying (IRS)
dan Pemantauan Kelambu
Fogging
ini telah dilaksanakan dengan baik, pada bulan maret 2015 dimulai pukul 06.60 sampai 08.00 WIB.
Dalam pelaksanaan fogging team IMCF
terdiri dari 6 orang dengan tugas 2 orang sebagai operator Swing Fog
yang tugasnya bergantian dan satu orang sebagai operator pendamping yang
bertugas memeriksa ruangan sebelum dilakukan fogging. Sebelum pelaksanaan
fogging pada masyarakat telah diumumkan agar menutup makanannya dan tidak
berada di dalam rumah ketika dilakukan fogging termasuk orang yang sakit harus
diajak ke luar rumah dahulu, selain itu semua ternak juga harus berada di luar.
Namun demikian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka dalam
pelaksanaannya fogging dilakukan oleh 2 orang operator. Operator I (pendamping)
bertugas membuka pintu,masuk rumah dan memeriksa semua ruangan yang ada untuk
memastikan bahwa tidak ada orang dalam rumah termasuk bayi, anak-anak, ibu
hamil maupun orang tua dan orang yang sedang terbaring sakit, selain itu ternak-ternak
sudah harus dikeluarkan serta semua makanan harus sudah ditutup. Setelah siap
operator pendamping ke luar dan operator II (Operator swing Fog) memasuki rumah
dan melakukan fogging pada semua ruangan dengan cara berjalan mundur. Setelah
selesai operator pendamping baru menutup pintu. Rumah yang telah difogging ini
harus dibiarkan tertutup selama kurang lebih satu jam dengan harapan
nyamuk-nyamuk yang berada dalam rumah dapat terbunuh semua, dengan cara ini
nyamuk-nyamuk akan terbunuh karena malathion bekerja secara “knoct down”. Setelah itu fogging dilanjutkan di
luar rumah/pekarangan. Setelah satu rumah beserta pekarangannya selesai di
fogging maka fogging dilanjutkan ke rumah yang lain, sampai semua rumah dan
pekarangan milik warga di fogging.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan fogging dengan
swing fog untuk mendapatkan hasil yang optimal adalah sebagai berikut :
- a) Konsentrasi larutan dan cara pembuatannya. Untuk seruni, konsentrasi larutan adalah 4 – 5 %.
- Seruni yang dipakai harus sesuai dengan bahan pelarut yang digunakan dan debit keluaran yang diinginkan.
- Jarak moncong mesin dengan target maksimal 100 m, efektif 50 m.
- Kecepatan berjalan ketika memfogging, untuk swing fog kurang lebih 500 m2 atau 2 – 3 menit untuk satu rumah dan halamannya,
- Waktu fogging disesuaikan dengan kepadatan/aktivitas puncak dari nyamuk, yaitu jam 06.00 – 08.00.
Dalam
pelaksanaan fogging inipun telah diperhatikan hal-hal di atas sehingga
diharapkan hasilnya juga optimal. Berdasarkan hasil survei jentik ternyata
masih ditemukan jentik di semua rumah penduduk. Jentik tersebut berada di kamar
mandi, satu kamar mandi ditemukan di luar rumah dengan kondisi kurang bersih
dan kurang terawat, sedang kamar mandi
yang lain berada di dalam rumah. Bahkan satu kamar mandi terbuat dari keramik,
namun demikian kamar mandi ini berhubungan langsung dengan pekarangan yang
cukup luas dengan tanaman-tanaman besar yang cukup banyak, sehingga
dimungkinkan nyamuk berasal dari pekarangan.
Pendapat
masyarakat bahwa fogging merupakan cara yang paling tepat untuk mencegah
penyebaran Demam Berdarah penyakit Malaria sangat tepat, karena cara ini
sesungguhnya bertujuan untuk memberantas nyamuk Aedes Agepty, Anopheles, dan
Culex yang penularannya akan terus berlanjut dengan dewasanya jentik yang
menjadi nyamuk. Apalagi siklus perubahan jentik menjadi nyamuk hanya
membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu. Sehingga jika di daerah tersebut
terdapat penderita malaria baru maka dimungkinkan akan cepat menyebar pula.
Langkah yang
dianggap lebih efektif adalah dengan Survei jentik, penangakapan nyamuk, MBS
dan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),
serta langkah berikutnya melakukan pengasapan atau fogging. Sebelum dilaksanaka
kegiatan fogging masyarakat dinformasikan untuk secara gotong royong
melaksanakan kerja bakti untuk membersihkan rumah dan
pekarangannya,selokan-selokan di samping rumah serta melakukan 3M (Menguras
kamar mandi (termasuk mengganti air untuk minuman burung dan air dalam vas
bunga),menutup tampungan / tandon air dan mengubur barang-barang bekas yang
mungkin menjadi tempat sarang nyamuk, termasuk pecahan botol dan potongan ban
bekas). Jika diperlukan dapat ditaburkan baktivet dengan dosis 1botol / 100
liter air, untuk membunuh jentik-jentik pada bak kamar mandi maupun kolam-kolam
ikan di rumah, dalam hal ini masyarakat tidak perlu akut kalau-kalau terjadi
keracunan karena abate ini hanya membunuh jentik nyamuk dan aman bagi manusia
maupun ikan. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam memutus rantai
penularan penyakit malaria adalah dengan pelaksanaan PSN oleh masyarakat,
kemudian dilakukan fogging oleh petugas IMCF dan kembali dilaksanakan PSN oleh
masyarakat. Jika cara ini telah dilakukan oleh seluruh masyarakat secara merata
di berbagai wilayah, artinya tidak hanya satu Rt atau Rw saja, tetapi harus
dilaksanakan di semua wilayah maka pemberantasan Nyamuk Demam Berdarah Dan
Malaria akan lebih cepat teratasi. Sebab jika hanya satu daerah saja yang
melaksanakan program tersebut namun daerah lainnya tidak, maka dimungkinkan
orang yang berasal dari wilayah yang telah bebas namun berkunjung ke daerah
yang masih terdapat penderita Demam Berdarah dan Malaria dan tergigit oleh
nyamuk Aedes Agepty dan Anopheles akan
tertular pula dengan cepat penyakit
inipun akan tersebar luas kembali
SIMPULAN
DAN SARAN
Berdasarkan hasil dari
kegiatan ini dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
a)
Fogging
merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memutuskan rantai
penularan penyakit Malaria dan demam berdarah.
b)
Hasil
yang optimum dapat dicapai jika fogging dilaksanakan bersama-sama dengan PSN
dan MBS.
Adapun saran
yang dapat disampaikan adalah bagi masyarakat, Survei jentik dan perhitungan kepadatan jentik, jumlah dan jenis tempat perindukan nyamuk Survei
entomologi perilaku menggigit nyamuk Anopheles, culex dan aedes dengan
penangkapan nyamuk semalam suntuk. Uji dosis obat fogging, Pembagian Bactived
Most Blood Survey(MBS), Indoor Residual Spraying (IRS), Pemantauan Kelambu Hendaknya
masyarakat terlibat aktif dan peduli dapat melaksanakan berbagai jenis kegiatan
secara gotong royong di lingkungannya dan membudayakan 3 M (menguras, menutup
dan mengubur) untuk memutuskan rantai penularan penyakit MALARIA dan demam berdarah sehingga tidak
menjadi wabah.
Pada kesempatan
ini tidak lupa disampaikan ucapan terima kasih kepada :
a.
IMCF yang
telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Nagekeo, Kepala Puskesmas, Camat, Lurah yang telah memberikan kepercayaan
kepada kami untuk dapat berperan dalam mengatasi penularan Demam Berdarah dan
Malaria di masyarakat.
b.
Seluruh
Pemerintah Kelurahan yang telah berkenan memberikan ijin untuk pelaksanaan
kegiatan ini.
c.
Masyarakat
dan semua pihak yang telah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.





1 komentar:
Saya sangat menghargai DR AKHIGBE, nama saya LAURIE HUGHES. Saya tidak akan pernah berhenti bersaksi DR AKHIGBE, Kebahagiaan adalah semua yang saya lihat sekarang. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan sembuh dari virus HIV lagi. DR AKHIGBE melakukannya untuk saya. Saya telah menderita penyakit mematikan (HIV) selama 2 tahun terakhir sekarang, saya telah menghabiskan banyak uang pergi dari satu tempat ke tempat lain, dari gereja ke gereja, rumah sakit telah menjadi rumah saya setiap hari. tempat tinggal. Pemeriksaan konstan telah menjadi hobi saya, sampai hari yang setia ini, saya melihat kesaksian tentang bagaimana DR AKHIGBE membantu seseorang dalam menyembuhkan penyakit HIV-nya di internet dengan cepat, saya menyalin emailnya yang drrealakhigbe@gmail.com hanya untuk memberinya tes yang saya ucapkan. kepadanya, dia meminta saya untuk melakukan beberapa hal tertentu yang saya lakukan, dia mengatakan kepada saya bahwa dia akan memberikan obat herbal kepada saya, yang dia lakukan, kemudian dia meminta saya untuk pergi untuk pemeriksaan medis setelah beberapa hari, setelah menggunakan Penyembuhan herbal dan saya lakukan, lihatlah saya bebas dari penyakit mematikan, sampai sekarang tidak ada HIV dalam diri saya lagi dia hanya meminta saya untuk mengirim kesaksian ke seluruh dunia, dengan setia saya melakukannya sekarang, semua kesaksian DR AKHIGBE benar, mohon BROTHER dan SISTER, IBU dan AYAH dia hebat, aku berutang budi padanya. jika Anda memiliki masalah yang sama, cukup kirimkan email kepadanya di drrealakhigbe@gmail.com atau Anda dapat menggunakan nomor ponselnya di +2349010754824. Ia juga dapat menyembuhkan penyakit ini seperti HIV dan AIDS, DEMAM BERDARAH. HERPES, DIABETIKA, KANKER, HEPATITIS A & B, PENYAKIT KRONIS, PRESUR DARAH TINGGI, ASTHMA, PENYAKIT JANTUNG, INFEKSI EKSTERNAL, EPILEPSI, STROKE, MULTIPLE SCLEROSIS, NAUSEA, VOMITING ATAU ATAU ATMRAKA, LAKA-LAKI LAKI-LAKI, PAULA, IKAN PAKET , BACTERIA DIARRHEA, JAPANISE B ENCEPHALITIES, RABIE ,. Dll situs web ... https: drrealakhigbe.weebly.com
Posting Komentar