Jumat, 10 April 2015

LAPORAN KEGIATAN PEMICUAN WASPADA MALARIA DAN DEMAM BERDARAH (DBD) DESA NATAUTE KECAMATAN NANGARORO TAHUN 2015

Nangaroro, 26 Januari 2015
LAPORAN KEGIATAN
 PEMICUAN WASPADA MALARIA DAN
 DEMAM BERDARAH (DBD)
DESA NATAUTE KECAMATAN NANGARORO
TAHUN 2015
1.      Latar Belakang
Peningkatan promosi tentang pentingnya pengendalian penyakit malaria mendasari setiap aplikasi program sosialisasi yang dilakukan oleh semua elemen pemerhati malaria di Indonesia, baik pemerintah maupun pihak pemberdaya masyarakat. Upaya pengendalian melalui peningkatan promosi memegang peranan penting dalam transformasi informasi” kesehatan kepada target/sasaran utama yaitu masyarakat. Oleh karena itu model sosialisasi maupun promosi isu kesehatan dalam hubungannya dengan penyakit malaria di muat dalam model sosialisasi dengan system pemicuan.
Kegiatan Pemicuan Waspada Malaria dan Demam Berdarah (DBD) merupakan suatu langkah atau upaya yang dilakukan guna memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pentingnya upaya pengendalian penyakit malaria sehingga mampu menekan kejadian malaria dan Demam Berdarah (DBD).
Desa Nataute merupakan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Nangaroro dengan tingkat kejadian kasus cukup tinggi, Pada tahun 2014 desa Nataute terdapat 29 kasus malaria,menjadi urutan kedua setelah Kelurahan Nangaroro. Dikaji dari Luas wilayah dan kepadatan penduduk maka Desa Nataute menjadi urutan pertama yang terjadi kasus maria tertinggi dengan tingkat prevalensi/kejadian kasus tertinggi untuk wilayah Kecamatan Nangaroro.
Pemicuan malaria dan demam berdarah dipandang perlu dilakukan dengan harapan terjadi perubahan pola perilaku masyarakat yang berdampak positif terhadap penurunan tingkat kejadian penyakit malaria di desa Nataute .
2.      Tujuan
Adapun tujuan dari kegiatan pemicuan waspada malaria dan demam berdarah antara lain sebagai berikut :
1)      Memberikan pemahaman kepada masyarakat desa Nataute tentang pentingnya menanggulangi penularan penyakit malaria dan demam berdarah.
2)      Memberikan pemahaman tentang upaya upaya praktis yang mampu dilakukan oleh semua masyarakat untuk mengurangi kontak gigitan nyamuk dengan masyarakat melalui pemakaian kelambu, perilaku PHBS, penggunaan obat gosok anti nyamuk dan obat nyamuk bakar, dll
3)      Menunjukan contoh pola perilaku yang meningkatkan faktor resiko tertular penyakit malaria dan demam berdarah dan cara mengatasi masalah.
4)      Sosialisasi beberapa program yang akan dilakukan oleh tim IMCF di Desa ataupun wilayah peserta pemicuan Desa Nataute
3.      Manfaat
Adapun beberapa manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan Pemicuan Waspada Malaria dan Demam Berdarah (DBD) antara lain sebagai berikut   :
Ø  Bagi pemerintah desa mampu berperan aktif memfasilitasi dan mengimbau kepada masyarakat tentang pentingnya Waspada Malaria dan Demam Berdarah serta bagaimana upaya untuk penyadaran masyarakat dengan kondisi lingkunganya..
Ø  Bagi IMCF mampu menentukan tolak ukur jenis jenis kegiatan pengendalian malaria di desa Nataute.
Ø  Bagi masyarakat dengan adanya kegiatan pemicuan waspada Malaria dan Demam Berdarah ini akan mendapatkan informasi penting tentang bagaimana cara yang tepat untuk menghindari penyakit malaria.
  1. .      Hasil
  •     Responsif masyarakat  .Selama proses kegiatan ini berlangsung dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun pada umumnya masyarakat masih menganggap Malaria dan Demam Berdarah adalah penyakit yang tidak berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil forum diskusi dimana sangat kecil respon aktif dalam mendiskusikan lebih dalam tentang permasalahan tersebut.
  •  Target Kegiatan
             Masalah malaria adalah masalah yang kompleks, hal ini dikarenakan penyebaran malaria berkaitan dengan masalah lingkungan, perubahan iklim, mobilitas penduduk, dan perilaku masyarakat. Target pencapaian dari Tim IMCF terhadap upaya Pemicuan Waspada Malaria dan Demam Berdarah adalah masyarakat Desa Nataute memahami kegiatan pemicuan waspada Malaria dan Demam Berdarah ini akan mendapatkan informasi penting tentang bagaiman cara yang tepat untuk menghindari penyakit malaria. Upaya ini dilakukan secara terus-menerus,menyeluruh sehingga desa Nataute bebas Malaria dan Demam Berdarah.
  • Sasaran
                    Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat desa Nataute dusun Nangaboa.    Dokumentasi        Kegiatan Adapun hasil kegiatan dapat dilihat dari gambar gambar berikut ini 

1.      Rencana Kegiatan Lanjutan
         Beberapa rencana kegiatan lanjutan yang akan dilakukan oleh Tim IMCF setelah dilakukan Pemicuan Waspada Malaria dan Demam Berdarah (DBD) adalah sebagai berikut:
v  Survei jentik  dan perhitungan kepadatan jentik, jumlah dan jenis tempat perindukan nyamuk
v  Survei entomologi perilaku menggigit nyamuk Anopheles, culex dan aedes dengan penangkapan nyamuk semalam suntuk.
v  Uji dosis obat fogging
v  Fogging & PSN
v  Pembagian Bactived
v  Most Blood Survey(MBS)
v  Fogging & PSN
v  Indoor Residual Spraying (IRS)
v  Pemantauan Kelambu
1.      Pembahasan
Desa Nataute adalah desa yang berada di wilayah Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo. Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Ende dengan luas wilayah ± 14 km persegi dan dengan tingkat kepadatan wilayah dihuni oleh penduduk sebanyak 154 kepala keluarga (data primer tahun 2014).
Kondisi geografis sebaran pemukiman antara satu wilayah dengan wilayah lain sangat mempengaruhi tingkat penularan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh vektor nyamuk di wilayah ini. Desa Nataute terbagi dalam beberapa lingkungan wilayah antara lain Dusun Nangamboa, Ndudi, Rerawete, Malasera, Bhondo kado dan Madakisa. Sebaran antara 1 wilayah dengan wilayah lain secara topografi di pisahkan oleh sungai dan bukit yang mengisolasi wilayah tersebut sehingga menyulitkan akses informasi dan transportasi masyarakat.
Tahun 2014 Desa Nataute termasuk dalam kategori desa dengan tingkat kejadian kasus cukup tinggi menduduki urutan kedua wilayah dengan kasus terbanyak di Kecamatan Nangaroro. Persentase kasus positif malaria terjadi di Dusun Nangamboa dari total 16 kasus hampir 80% penderita positif berada di wilayah administrasi dusun tersebut. Dusun Nangamboa sebenarnya menjadi satu-satunya wilayah di desa Nataute yang memiliki tingkat akses paling bagus mulai dari pelayanan kesehatan ataupun jarak tempuh yang lebih dekat menuju ibukota Kecamatan Nangaroro. Akses pendidikan yang memadai di wilayah Dusun Nangamboa seharusnya memberikan dampak lebih terhadap penekanan kasus malaria di wilayah itu. Kenyataan kasus malaria yang cukup tinggi beberapa tahun terakhir di wilayah ini menjadi tolak ukur bahwa tingkat pelayanan berbagai aspek terhadap masyarakat ternyata belum menjamin kelompok masyarakat tersebut bebas dari malaria dan demam berdarah. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan ”PEMICUAN MALARIA DAN DEMAM BERDARAH
          Pemicuan Malaria adalah suatu bentuk kegiatan sosialisasi yang diformulasikan ke dalam bentuk item item pembentukan opini public yang kemudian di closed dalam simpulan yang disepakati oleh sasaran. Asumsi dasar dilakukan nya model sosialisasi menggunakan strategi pemicuan adalah resposibilty masyarakat wilayah Dusun Nangamboa yang sangat minim terhadap upaya pengendalian masalah-masalah kesehatan.
Adapun susunan kegiatan pemicuan di Dusun Nangamboa antara lain           :
1)      Pembukaan
2)      Doa
3)      Pemaparan materi bahaya penyakit malaria,
4)      Pemaparan materi cara mudah pengendalian malaria,
5)      Forum diskusi
6)      Kesimpulan dan rencana kerja tindak lanjut
7)      Penutup.
       Berdasarkan susunan kegiatan tersebut disepakati bersama masyarakat Dusun Nangamboa untuk menerima beberapa program pokok yang akan dilakukan oleh lembaga IMCF dengan peran serta dan dukungan penuh dari masyrakat wilayah sasaran. Adapun kegiatan lanjutan yang akan dilakukan antara lain sebagai berikut  :
1)      Survei entomologi vector malaria dan demam berdarah
2)      Penyemprotan nyamuk(fogging) dan PSN bersama masyarakat
3)      Kerja bakti
4)      MBS / pemeriksaan darah malaria massal.
            Kegiatan kegiatan yang telah di rencanakan bersama masyarakat akan dilakukan bersama sama dengan kesepakatan peran aktif masyarakat Dusun Nangamboa untuk bersama tim lembaga IMCF mengatasi peningktan kasus malaria di wilayah tersebut.

2.      Kesimpulan
Adapun kesimpulan kesimpulan yang dapat di ambil antara lain sebagai berikut      :
1)      Peran serta masyarakat dalam membangun kesadaran dalam perubahan pola perilaku hidup bersih dan sehat untuk menghindari penularan penyakit malaria dan wabah demam berdarah masih sangat rendah.
2)      Kegiatan pemicuan dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi minimnya respon aktif masyarakat terhadap upaya upaya kesehatan yang dilakukan sebelumnya.
3)      Hasil yang diperoleh dari kegiatan pemicuan adalah kesepakatan bersama untuk tindak lanjut kegiatan pengendalian malaria bersama tim IMCF.

3.      Kritik dan saran
a.       Pemerintah setempat
Peran pemerintah untuk mengatur dan memberdayakan masyarakat masih sangat minim, hal itu ddapat dilihat ketika kegiatan pemicuan dilakukan tidak ada bagan pemerintah yang hadir.
b.      Bagi masyarakat
Perubahan perilaku pasif menuju aktif respon terhadap semua masalah kesehatan diharapkan mampu mengatasi masalah kasehatan.
c.       Bagi Tim IMCF
Advokasi secara berulang ulang terhadap faktor pemerintah dan masyarakat untuk tanggap terhadap bahaya penyakit malaria dan wabah demam berdarah.

                 DOKUMENTASI KEGIATAN

 



TERIMA KASIH
AYO BERANTAS MALARIA





















1 komentar:

Saya didiagnosis Herpes 2 tahun yang lalu dan saya telah mencoba semua cara yang mungkin untuk mendapatkan obatnya tetapi tidak berhasil, sampai saya melihat sebuah posting di forum kesehatan tentang seorang Dokter Herbal (Dr Akhigbe) yang menyiapkan obat-obatan herbal untuk menyembuhkan semua jenis. penyakit termasuk Herpes, pada awalnya saya ragu, apakah itu nyata tetapi memutuskan untuk memberinya percobaan, ketika saya menghubungi Dr Akhigbe melalui Emailnya: drrealakhigbe@gmail.com dia membimbing saya dan menyiapkan obat herbal dan mengirimkannya kepada saya melalui jasa pengiriman kurir, ketika saya menerima paket (jamu) Dia memberi saya petunjuk tentang cara mengkonsumsinya, saya mulai menggunakannya seperti yang diperintahkan dan saya berhenti mendapatkan wabah dan luka mulai menghilang, bisakah Anda percaya saya sembuh dari virus mematikan ini dalam dua hingga tiga minggu dan pemberitahuan perubahan di tubuh saya. Berhari-hari menggunakan PEMULIHAN ini, tidak bisa mempercayai penyembuhan pada awalnya sampai saya melihatnya sebagai HERPES saya sembuh seperti sihir Dr Akhigbe juga menggunakan obat herbal untuk menyembuhkan penyakit seperti, HIV, HERPES, KANKER, ALS, PENYAKIT KRONIS, PENYAKIT JANTUNG , LUPUS, ASTHMA, DIABETES HEPATITIS A DAN B.ECZEMA, BACK PAIN, INFEKSI EKSTERNAL, ASTHMA, MALARIA, DEMAM BERDARAH, BACTERIA DIARRHEA, RABI, PROGERIA, MENINGITIS, EPILEPSI, STONE, GULA HULU, GELOMBANG HUBUNGI JUGA, GULA HAK THYROID, DINGIN & FLU, PENYAKIT GINJAL, ACME. API LUKA. dll. Hubungi dokter herbal yang hebat ini hari ini bapak obat herbal. via Email: drrealakhigbe@gmail.com atau whatsapp dia +2349010754824 dan sembuh secara permanen. Dia nyata..website: https: drrealakhigbe.weebly.com

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.