Nangaroro, 26 Januari 2015
LAPORAN
KEGIATAN
PEMICUAN WASPADA MALARIA DAN
DEMAM BERDARAH (DBD)
DESA
NATAUTE KECAMATAN NANGARORO
TAHUN
2015
1.
Latar
Belakang
Peningkatan promosi tentang pentingnya
pengendalian penyakit malaria mendasari setiap aplikasi program sosialisasi
yang dilakukan oleh semua elemen pemerhati malaria di Indonesia, baik
pemerintah maupun pihak pemberdaya masyarakat. Upaya pengendalian melalui
peningkatan promosi memegang peranan penting dalam transformasi informasi”
kesehatan kepada target/sasaran utama yaitu masyarakat. Oleh karena itu model
sosialisasi maupun promosi isu kesehatan dalam hubungannya dengan penyakit
malaria di muat dalam model sosialisasi dengan system pemicuan.
Kegiatan Pemicuan Waspada Malaria dan
Demam Berdarah (DBD) merupakan suatu langkah atau upaya yang dilakukan guna
memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pentingnya upaya pengendalian penyakit
malaria sehingga mampu menekan kejadian malaria dan Demam Berdarah (DBD).
Desa Nataute merupakan desa yang
terletak di wilayah Kecamatan Nangaroro dengan tingkat kejadian kasus cukup
tinggi, Pada tahun 2014 desa Nataute terdapat 29 kasus malaria,menjadi urutan
kedua setelah Kelurahan Nangaroro. Dikaji dari Luas wilayah dan kepadatan
penduduk maka Desa Nataute menjadi urutan pertama yang terjadi kasus maria
tertinggi dengan tingkat prevalensi/kejadian kasus tertinggi untuk wilayah
Kecamatan Nangaroro.
Pemicuan malaria dan demam berdarah
dipandang perlu dilakukan dengan harapan terjadi perubahan pola perilaku
masyarakat yang berdampak positif terhadap penurunan tingkat kejadian penyakit
malaria di desa Nataute .
2.
Tujuan
Adapun
tujuan dari kegiatan pemicuan waspada malaria dan demam berdarah antara lain
sebagai berikut :
1) Memberikan
pemahaman kepada masyarakat desa Nataute tentang pentingnya menanggulangi
penularan penyakit malaria dan demam berdarah.
2) Memberikan
pemahaman tentang upaya upaya praktis yang mampu dilakukan oleh semua
masyarakat untuk mengurangi kontak gigitan nyamuk dengan masyarakat melalui
pemakaian kelambu, perilaku PHBS, penggunaan obat gosok anti nyamuk dan obat
nyamuk bakar, dll
3) Menunjukan
contoh pola perilaku yang meningkatkan faktor resiko tertular penyakit malaria
dan demam berdarah dan cara mengatasi masalah.
4) Sosialisasi
beberapa program yang akan dilakukan oleh tim IMCF di Desa ataupun wilayah
peserta pemicuan Desa Nataute
3.
Manfaat
Adapun
beberapa manfaat yang akan diperoleh dari kegiatan Pemicuan Waspada Malaria dan
Demam Berdarah (DBD) antara lain sebagai berikut :
Ø Bagi
pemerintah desa mampu berperan aktif memfasilitasi dan mengimbau kepada
masyarakat tentang pentingnya Waspada Malaria dan Demam Berdarah serta
bagaimana upaya untuk penyadaran masyarakat dengan kondisi lingkunganya..
Ø Bagi
IMCF mampu menentukan tolak ukur jenis jenis kegiatan pengendalian malaria di
desa Nataute.
Ø Bagi
masyarakat dengan adanya kegiatan pemicuan waspada Malaria dan Demam Berdarah
ini akan mendapatkan informasi penting tentang bagaimana cara yang tepat untuk
menghindari penyakit malaria.
- . Hasil
- Responsif masyarakat .Selama proses kegiatan ini berlangsung dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda-beda, namun pada umumnya masyarakat masih menganggap Malaria dan Demam Berdarah adalah penyakit yang tidak berdampak pada kesehatan. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil forum diskusi dimana sangat kecil respon aktif dalam mendiskusikan lebih dalam tentang permasalahan tersebut.
- Target Kegiatan
Masalah malaria adalah
masalah yang kompleks, hal ini dikarenakan penyebaran malaria berkaitan dengan
masalah lingkungan, perubahan iklim, mobilitas penduduk, dan perilaku masyarakat.
Target pencapaian dari Tim IMCF terhadap upaya Pemicuan Waspada Malaria dan
Demam Berdarah adalah masyarakat Desa Nataute memahami kegiatan pemicuan
waspada Malaria dan Demam Berdarah ini akan mendapatkan informasi penting
tentang bagaiman cara yang tepat untuk menghindari penyakit malaria. Upaya ini
dilakukan secara terus-menerus,menyeluruh sehingga desa Nataute bebas Malaria
dan Demam Berdarah.
- Sasaran
1. Rencana
Kegiatan Lanjutan
Beberapa rencana kegiatan lanjutan yang
akan dilakukan oleh Tim IMCF setelah dilakukan Pemicuan Waspada Malaria dan
Demam Berdarah (DBD) adalah sebagai berikut:
v Survei jentik dan perhitungan kepadatan jentik, jumlah dan
jenis tempat perindukan nyamuk
v Survei entomologi
perilaku menggigit nyamuk Anopheles, culex dan aedes dengan penangkapan nyamuk
semalam suntuk.
v Uji dosis obat fogging
v Fogging & PSN
v Pembagian Bactived
v Most Blood Survey(MBS)
v Fogging & PSN
v Indoor Residual Spraying
(IRS)
v Pemantauan Kelambu
1.
Pembahasan
Desa Nataute adalah desa yang berada di
wilayah Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo. Desa ini berbatasan langsung
dengan Kabupaten Ende dengan luas wilayah ± 14 km persegi dan dengan tingkat
kepadatan wilayah dihuni oleh penduduk sebanyak 154 kepala keluarga (data primer tahun 2014).
Kondisi geografis sebaran pemukiman
antara satu wilayah dengan wilayah lain sangat mempengaruhi tingkat penularan
berbagai penyakit yang diakibatkan oleh vektor nyamuk di wilayah ini. Desa
Nataute terbagi dalam beberapa lingkungan wilayah antara lain Dusun Nangamboa, Ndudi,
Rerawete, Malasera, Bhondo kado dan Madakisa. Sebaran antara 1 wilayah dengan
wilayah lain secara topografi di pisahkan oleh sungai dan bukit yang
mengisolasi wilayah tersebut sehingga menyulitkan akses informasi dan
transportasi masyarakat.
Tahun 2014 Desa Nataute termasuk dalam
kategori desa dengan tingkat kejadian kasus cukup tinggi menduduki urutan kedua
wilayah dengan kasus terbanyak di Kecamatan Nangaroro. Persentase kasus positif
malaria terjadi di Dusun Nangamboa dari total 16 kasus hampir 80% penderita
positif berada di wilayah administrasi dusun tersebut. Dusun Nangamboa sebenarnya
menjadi satu-satunya wilayah di desa Nataute yang memiliki tingkat akses paling
bagus mulai dari pelayanan kesehatan ataupun jarak tempuh yang lebih dekat
menuju ibukota Kecamatan Nangaroro. Akses pendidikan yang memadai di wilayah
Dusun Nangamboa seharusnya memberikan dampak lebih terhadap penekanan kasus
malaria di wilayah itu. Kenyataan kasus malaria yang cukup tinggi beberapa
tahun terakhir di wilayah ini menjadi tolak ukur bahwa tingkat pelayanan
berbagai aspek terhadap masyarakat ternyata belum menjamin kelompok masyarakat
tersebut bebas dari malaria dan demam berdarah. Oleh karena itu perlu dilakukan
kegiatan ”PEMICUAN MALARIA DAN DEMAM
BERDARAH”
Pemicuan
Malaria adalah suatu bentuk kegiatan sosialisasi yang diformulasikan ke dalam
bentuk item item pembentukan opini public yang kemudian di closed dalam
simpulan yang disepakati oleh sasaran. Asumsi dasar dilakukan nya model
sosialisasi menggunakan strategi pemicuan adalah resposibilty masyarakat
wilayah Dusun Nangamboa yang sangat minim terhadap upaya pengendalian
masalah-masalah kesehatan.
Adapun
susunan kegiatan pemicuan di Dusun Nangamboa antara lain :
1) Pembukaan
2) Doa
3) Pemaparan
materi bahaya penyakit malaria,
4) Pemaparan
materi cara mudah pengendalian malaria,
5) Forum
diskusi
6) Kesimpulan
dan rencana kerja tindak lanjut
7) Penutup.
Berdasarkan
susunan kegiatan tersebut disepakati bersama masyarakat Dusun Nangamboa untuk
menerima beberapa program pokok yang akan dilakukan oleh lembaga IMCF dengan
peran serta dan dukungan penuh dari masyrakat wilayah sasaran. Adapun kegiatan
lanjutan yang akan dilakukan antara lain sebagai berikut :
1) Survei
entomologi vector malaria dan demam berdarah
2) Penyemprotan
nyamuk(fogging) dan PSN bersama masyarakat
3) Kerja
bakti
4) MBS
/ pemeriksaan darah malaria massal.
Kegiatan
kegiatan yang telah di rencanakan bersama masyarakat akan dilakukan bersama
sama dengan kesepakatan peran aktif masyarakat Dusun Nangamboa untuk bersama
tim lembaga IMCF mengatasi peningktan kasus malaria di wilayah tersebut.
2.
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan kesimpulan yang dapat di ambil antara lain sebagai berikut :
1) Peran
serta masyarakat dalam membangun kesadaran dalam perubahan pola perilaku hidup
bersih dan sehat untuk menghindari penularan penyakit malaria dan wabah demam
berdarah masih sangat rendah.
2) Kegiatan
pemicuan dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi minimnya respon aktif
masyarakat terhadap upaya upaya kesehatan yang dilakukan sebelumnya.
3) Hasil
yang diperoleh dari kegiatan pemicuan adalah kesepakatan bersama untuk tindak
lanjut kegiatan pengendalian malaria bersama tim IMCF.
3.
Kritik
dan saran
a. Pemerintah
setempat
Peran pemerintah untuk
mengatur dan memberdayakan masyarakat masih sangat minim, hal itu ddapat
dilihat ketika kegiatan pemicuan dilakukan tidak ada bagan pemerintah yang
hadir.
b. Bagi
masyarakat
Perubahan perilaku
pasif menuju aktif respon terhadap semua masalah kesehatan diharapkan mampu
mengatasi masalah kasehatan.
c. Bagi
Tim IMCF
Advokasi secara
berulang ulang terhadap faktor pemerintah dan masyarakat untuk tanggap terhadap
bahaya penyakit malaria dan wabah demam berdarah.
DOKUMENTASI KEGIATAN
TERIMA KASIH
AYO BERANTAS MALARIA








1 komentar:
Saya didiagnosis Herpes 2 tahun yang lalu dan saya telah mencoba semua cara yang mungkin untuk mendapatkan obatnya tetapi tidak berhasil, sampai saya melihat sebuah posting di forum kesehatan tentang seorang Dokter Herbal (Dr Akhigbe) yang menyiapkan obat-obatan herbal untuk menyembuhkan semua jenis. penyakit termasuk Herpes, pada awalnya saya ragu, apakah itu nyata tetapi memutuskan untuk memberinya percobaan, ketika saya menghubungi Dr Akhigbe melalui Emailnya: drrealakhigbe@gmail.com dia membimbing saya dan menyiapkan obat herbal dan mengirimkannya kepada saya melalui jasa pengiriman kurir, ketika saya menerima paket (jamu) Dia memberi saya petunjuk tentang cara mengkonsumsinya, saya mulai menggunakannya seperti yang diperintahkan dan saya berhenti mendapatkan wabah dan luka mulai menghilang, bisakah Anda percaya saya sembuh dari virus mematikan ini dalam dua hingga tiga minggu dan pemberitahuan perubahan di tubuh saya. Berhari-hari menggunakan PEMULIHAN ini, tidak bisa mempercayai penyembuhan pada awalnya sampai saya melihatnya sebagai HERPES saya sembuh seperti sihir Dr Akhigbe juga menggunakan obat herbal untuk menyembuhkan penyakit seperti, HIV, HERPES, KANKER, ALS, PENYAKIT KRONIS, PENYAKIT JANTUNG , LUPUS, ASTHMA, DIABETES HEPATITIS A DAN B.ECZEMA, BACK PAIN, INFEKSI EKSTERNAL, ASTHMA, MALARIA, DEMAM BERDARAH, BACTERIA DIARRHEA, RABI, PROGERIA, MENINGITIS, EPILEPSI, STONE, GULA HULU, GELOMBANG HUBUNGI JUGA, GULA HAK THYROID, DINGIN & FLU, PENYAKIT GINJAL, ACME. API LUKA. dll. Hubungi dokter herbal yang hebat ini hari ini bapak obat herbal. via Email: drrealakhigbe@gmail.com atau whatsapp dia +2349010754824 dan sembuh secara permanen. Dia nyata..website: https: drrealakhigbe.weebly.com
Posting Komentar