Sabtu, 11 April 2015

MASS BLOOD SURVEY (MBS) Lingkungan PU’UPERI dan MADAMBAKE Kelurahan Nangaroro

Selasa, 03 Februari 2015
LAPORAN
MASS BLOOD SURVEY (MBS) Lingkungan PU’UPERI dan MADAMBAKE
Kelurahan Nangaroro
a.       Latar belakang
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Didalam tubuh manusia parasit plasmodium akan berkembangbiak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya penderita mengalami gejala-gejala malaria. 
Pertanyaan mendasar yang menjadi bahan refleksi  adalah apakah Nangaroro sudah beas dari malaria? Kita tahu semua jawabanya adalah Belum! Kita harus terus melakukan kegiatan eliminasi malaria. Fakta dan data membuktikan dan menunjukan bahwa masih ada wilayah-wilayah dan masih ada pasien yang berobat di kantor IMCF yang terdeteksi penyakit malaria. Ada berbagai factor yang membelenggu masyarakat desa belum terbebas dari penyakit malaria yang turun temurun berkepanjangan. Kondisi geografis,kondisi lingkungan desa seolah menjadi factor pembelenggu yang membuat masyarakat desa tak pernah bebas dari malaria.
Cita-cita untuk mengeliminasi penyakit malaria di kecamatan nangaroro sudah kita realisasikan dengan berbagai kegiatan-kegiatan seperti  pembagian kelambu massa, pembuatan SPAL,roll back to school,fogging, dll.  Namun langkah upaya dalam mengeliminasi penyakit malaria masih saja belum tuntas. Belum menemukan jalan buntuh, IMCF tetap berupaya dalam penangan kasus malaria yang kian hari kian meningkat, maka Tim Indonesia Malaria Care Fundation (IMCF) berupaya untuk meminimalisir bahkan mengeliminasi kasus penularan tersebut,beberapa metode dilakukan yakni, peninjauan wilayah/geografis wilayah setempat, sosialisasi dan pemicuan waspada malaria dan demam berdarah (DBD),melakukan surfey jentik dan juga dilakukan Pengambilan Sediaan Darah. Dalam pelaksanaan ini tim IMCF Nangaroro melakukan Metode door to door menjadi pilihan dalam melakukan Mass blood Survey (MBS) program eliminasi malaria untuk bisa menemukan masyarakat desa. Upaya pencarian dan penemuan penderita malaria melalui survey di daerah endemis malaria tinggi yang penduduknya tidak lagi menunjukan gejala spesifik malaria,  hal ini disebabkan karena sulitnya untuk mengumpulkan masyarakat disatu titik tertentu oleh karena tingginya aktivitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga tak jarang kondisi kesehatannya terabaikan.
Belakangan ini target tim Indonesia Malaria Care Fundation (IMCF) untuk eliminasi malaria teridiri dari beberapa wilayah yang di nilai memiliki tingkat kasus yang tinggi seperti Lingkungan Pu’u peri, lingkungan Madambake dan desa nataute.
b.      Tujuan:
          Tujuan dari kegiatan mass blood survey ini adalah sebagai berikut:
1.       Tujuan umum
Menurunkan tingkat penularan malaria di daerah endemis tinggi dengan cara pengambilan darah,untuk menemukan penderita positif dan pengobatan yang tepat pada masyarakat wilayah sasaran.
2.       Tujuan Khusus
Ø  mengidentifikasi sedini mungkin penderita yang terserang penyakit malaria.
Ø  Sulitnya identifikasi penyakit malaria berdasarkan gejalah klinis
Ø  Diperoleh data kasus positif didesa sasaran
Ø  Menururunkan sumber penularan dengan melakukan pengobatan radikal terhadap semua penderita positif.
c.       Manfaat
               Manfaat dari kegiatan mass blood survey adalah sebagai beikut:
Ø  Mengetahui berapa banyak masyarakat terindikasi kasus malaria positif.
Ø  Memberikan pemahaman dan kesadaran pada masyarakat tentang penyakit malaria.
Ø  Untuk membina peran serta masyarakat dalam pembrantasan penyakit malaria terutama dalam pemberantasan vektor. 
d.      Hasil Kegiatan
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) bertujuan untuk mengidentifikasi sedini mungkin penderita yang terserang penyakit malaria.
Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari yakni Kegiatan dilakukan selama 2 hari, Pengambilan sediaan darah di lingkungan Pu’u peri dilaksanakan pada hari selasa 03 Februari 2015 dengan jumlah yang berhasil mengambil sediaan darah berjumlah 98 orang. Dan lingkungan Madambake di laksanakan  pada hari sabtu 08 Februari 2015 dilanjutkan pada tanggal senin 10 februari 2015 dengan jumlah yang terambil sediaan darahnya sebanyak 39 orang. Mengapa yang terambil jumlahnya sangat sedikit, hal ini di karenakan daya antusias dan kepedulian  masyarakat terhadap kesehatan sangat minim. Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) dilakukan di seluruh kalangan, balita,ibu hamil anak kecil maupun orang dewasa.
Dengan adanya Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) selain untuk menjaring suspek/tersangka penyakit malaria yang ada di masyarakat juga di harapkan supaya masyarakat mengerti dan memahami arti pola hidup bersih dan sehat dengan melakukan pemeriksaan darah sedini mungkin untu mencegah dan mengobati penyakit malaria khususnya masyarakat kelurahan Nangaroro lingkungan pu’uperi dan lingkunga madambake.
Hasil Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) yang dilaksanakan pada lingkungan pu’uperi dari total yang terambil sebanayk 98 orang yang dinyatakan positif malaria berjumlah 2 orang, 96 orang dinyatakan negatif. Sedangkan lingkungan madambake sebanyak 39 orang dan hsilnya semua negative.
Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) berdasarkan golongan umur adalah sebagai berikut:

Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) Lingkungan Pu’uperi.




       Dari Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) diatas menunjukan bahwa golongan umur yang terbanyak dalam kegiatan pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) adalah golongan umur 0-10 tahun dan 30-50 tahun masing-masing berjumlah 26 orang, sedangkan hasil paling sedikit adalah umur 21-30 tahun berjumlah 3 orang. Umur 11- 20 tahun jumlah yang termabil sediaan darhnya 18 orang dan yang umur >50 tahun berjumlah 13 orang

Tabel Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) Lingkungan Madambake




Dari Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) diatas menunjukan bahwa golongan umur yang terbanyak dalam kegiatan pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) di lingkungan madambake adalah golongan umur 11-20 tahun sebanyak 13 orang, kemudian golongan umur 0-10 tahun sebanyak 12 orang. Dan yang paling sedikit terlibat dalam pengambilan sedan darah di lingkungan madambake adalah golongan umur 21-30 tahun sebanyak 2 orang. Golongan umur 30-50 berkisar 9 orang dan golongan umur diatas 50 tahun sebanyak 3 orang.
a.       Tim kegiatan
Tim kegiatan pengambilan sediaan darah atau mass blood survey ini adalah tim dari Indonesia malaria care foundation yaitu:
1.       Benediktus X.Weto A.md,KL
2.       Frederikus Ndari,S.KM
3.       Yordanius Dando.S.Sos
4.       Kasimirus Nai Liu A.md.AK

DOKUMENTASI KEGIATAN







TERIMA KASIH
AYO BERANTAS MALARIA








0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.