Selasa, 03
Februari 2015
LAPORAN
MASS BLOOD SURVEY (MBS)
Lingkungan PU’UPERI dan MADAMBAKE
Kelurahan Nangaroro
a.
Latar belakang
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit
plasmodium. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit
tersebut. Didalam tubuh manusia parasit plasmodium akan berkembangbiak di organ
hati kemudian menginfeksi sel darah merah yang akhirnya penderita mengalami
gejala-gejala malaria.
Pertanyaan mendasar yang menjadi bahan refleksi adalah apakah Nangaroro sudah beas dari
malaria? Kita tahu semua jawabanya adalah Belum! Kita harus terus melakukan kegiatan eliminasi malaria. Fakta dan data
membuktikan dan menunjukan bahwa masih ada wilayah-wilayah dan masih ada pasien
yang berobat di kantor IMCF yang terdeteksi penyakit malaria. Ada berbagai
factor yang membelenggu masyarakat desa belum terbebas dari penyakit malaria
yang turun temurun berkepanjangan. Kondisi geografis,kondisi lingkungan desa
seolah menjadi factor pembelenggu yang membuat masyarakat desa tak pernah bebas
dari malaria.
Cita-cita untuk mengeliminasi penyakit malaria
di kecamatan nangaroro sudah kita realisasikan dengan berbagai kegiatan-kegiatan
seperti pembagian kelambu massa,
pembuatan SPAL,roll back to school,fogging, dll. Namun langkah upaya dalam mengeliminasi
penyakit malaria masih saja belum tuntas. Belum menemukan jalan buntuh, IMCF
tetap berupaya dalam penangan kasus malaria yang kian hari kian meningkat, maka
Tim Indonesia Malaria Care Fundation (IMCF) berupaya untuk meminimalisir bahkan
mengeliminasi kasus penularan tersebut,beberapa metode dilakukan yakni,
peninjauan wilayah/geografis wilayah setempat, sosialisasi dan pemicuan waspada
malaria dan demam berdarah (DBD),melakukan surfey jentik dan juga dilakukan
Pengambilan Sediaan Darah. Dalam pelaksanaan ini tim IMCF Nangaroro melakukan
Metode door to door menjadi pilihan dalam melakukan Mass blood Survey (MBS)
program eliminasi malaria untuk bisa menemukan masyarakat desa. Upaya pencarian
dan penemuan penderita malaria melalui survey di daerah endemis malaria tinggi
yang penduduknya tidak lagi menunjukan gejala spesifik malaria, hal ini disebabkan karena sulitnya untuk
mengumpulkan masyarakat disatu titik tertentu oleh karena tingginya aktivitas
masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga tak jarang kondisi
kesehatannya terabaikan.
Belakangan ini target tim Indonesia Malaria Care
Fundation (IMCF) untuk eliminasi malaria teridiri dari beberapa wilayah yang di
nilai memiliki tingkat kasus yang tinggi seperti Lingkungan Pu’u peri,
lingkungan Madambake dan desa nataute.
b.
Tujuan:
Tujuan dari kegiatan mass blood survey ini adalah sebagai berikut:
1.
Tujuan umum
Menurunkan tingkat penularan malaria
di daerah endemis tinggi dengan cara pengambilan darah,untuk menemukan
penderita positif dan pengobatan yang tepat pada masyarakat wilayah sasaran.
2.
Tujuan Khusus
Ø mengidentifikasi sedini mungkin penderita yang terserang penyakit
malaria.
Ø Sulitnya identifikasi penyakit malaria berdasarkan gejalah klinis
Ø Diperoleh data kasus positif didesa sasaran
Ø Menururunkan sumber penularan dengan melakukan pengobatan radikal
terhadap semua penderita positif.
c.
Manfaat
Manfaat dari kegiatan mass blood survey adalah sebagai beikut:
Ø Mengetahui berapa banyak masyarakat terindikasi kasus malaria
positif.
Ø Memberikan pemahaman dan kesadaran pada masyarakat tentang penyakit
malaria.
Ø Untuk membina peran serta masyarakat dalam pembrantasan penyakit
malaria terutama dalam pemberantasan vektor.
d.
Hasil Kegiatan
Malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih merupakan
masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Pengambilan sampel darah malaria atau
mass blood survey (MBS) bertujuan untuk mengidentifikasi sedini mungkin
penderita yang terserang penyakit malaria.
Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari yakni Kegiatan dilakukan selama
2 hari, Pengambilan sediaan darah di lingkungan Pu’u peri dilaksanakan pada
hari selasa 03 Februari 2015 dengan jumlah yang berhasil mengambil sediaan
darah berjumlah 98 orang. Dan lingkungan Madambake di laksanakan pada hari sabtu 08 Februari 2015 dilanjutkan
pada tanggal senin 10 februari 2015 dengan jumlah yang terambil sediaan
darahnya sebanyak 39 orang. Mengapa yang terambil jumlahnya sangat sedikit, hal
ini di karenakan daya antusias dan kepedulian
masyarakat terhadap kesehatan sangat minim. Pengambilan sampel darah
malaria atau mass blood survey (MBS) dilakukan di seluruh kalangan, balita,ibu
hamil anak kecil maupun orang dewasa.
Dengan adanya Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood
survey (MBS) selain untuk menjaring suspek/tersangka penyakit malaria yang ada
di masyarakat juga di harapkan supaya masyarakat mengerti dan memahami arti
pola hidup bersih dan sehat dengan melakukan pemeriksaan darah sedini mungkin
untu mencegah dan mengobati penyakit malaria khususnya masyarakat kelurahan
Nangaroro lingkungan pu’uperi dan lingkunga madambake.
Hasil Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS)
yang dilaksanakan pada lingkungan pu’uperi dari total yang terambil sebanayk 98
orang yang dinyatakan positif malaria berjumlah 2 orang, 96 orang dinyatakan
negatif. Sedangkan lingkungan madambake sebanyak 39 orang dan hsilnya semua
negative.
Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS)
berdasarkan golongan umur adalah sebagai berikut:
Dari Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass
blood survey (MBS) diatas menunjukan bahwa golongan umur yang terbanyak dalam
kegiatan pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) adalah
golongan umur 0-10 tahun dan 30-50 tahun masing-masing berjumlah 26 orang,
sedangkan hasil paling sedikit adalah umur 21-30 tahun berjumlah 3 orang. Umur
11- 20 tahun jumlah yang termabil sediaan darhnya 18 orang dan yang umur >50
tahun berjumlah 13 orang
Tabel Pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey
(MBS) Lingkungan Madambake
Dari Table Pengambilan sampel darah malaria atau mass
blood survey (MBS) diatas menunjukan bahwa golongan umur yang terbanyak dalam
kegiatan pengambilan sampel darah malaria atau mass blood survey (MBS) di
lingkungan madambake adalah golongan umur 11-20 tahun sebanyak 13 orang,
kemudian golongan umur 0-10 tahun sebanyak 12 orang. Dan yang paling sedikit
terlibat dalam pengambilan sedan darah di lingkungan madambake adalah golongan
umur 21-30 tahun sebanyak 2 orang. Golongan umur 30-50 berkisar 9 orang dan
golongan umur diatas 50 tahun sebanyak 3 orang.
a.
Tim kegiatan
Tim kegiatan pengambilan sediaan darah atau mass blood survey ini
adalah tim dari Indonesia malaria care foundation yaitu:
1.
Benediktus X.Weto A.md,KL
2.
Frederikus Ndari,S.KM
3.
Yordanius Dando.S.Sos
4.
Kasimirus Nai Liu A.md.AK
DOKUMENTASI KEGIATAN
TERIMA KASIH
AYO BERANTAS
MALARIA









0 komentar:
Posting Komentar